Travel Diary

Jalan-Jalan Ke Puncak, Bogor Gratis?

Assalamualaikum~

Pada postingan kali ini, saya mau share tentang hadiah liburan gratis yang saya terima (haha), yaitu  kesempatan menghadiri workshop kepemudan yang beberapa waktu yang lalu saya ikuti bertempat di Puncak, Bogor Jawa Bara, tepatnya tanggal 11-14 Mei 2017.

Tapi sebelum saya bahas 4days workshopnya itu, saya ingin menyampaikan bahwa perjalanan ini tak pernah masuk dalam list mimpi dan target saya sebelumnya, its kind like a magic. Kamis, 9 Mei berawal dari pertemuan saya dengan salah satu dosen saat jam istirahat makan siang, kami mengobrol sedikit tentang berbagai kesibukan yang tengah mendera, khas curhatan santai biasa saja sebenarnya. Lewat percakapan beberapa menit tersebut beliau tiba-tiba menyampaikan, bahwa saya berkesempatan ikut pada workshop kepemudaan di Puncak, Bogor. “Ibu hampir lupa, kemarin dapat email dari panitianya harus kirim satu mahasiswi dari Universitas, khususnya jurusan kita”, ujar beliau. Allahu Akbar, ini bak dapat jackpot luar biasa.

Lalu mulailah beliau bercerita, kenapa saya yang pergi. Ini bermula saat beberapa bulan yang lalu kesempatan saya menjadi pembawa acara (master of ceremony) pada salah satu seminar yang bahasa pengantarnya full in English. Dan lewat inilah pihak penyelenggara seminar itu mengadakan workshop yang merupakan lanjutan dari seminar sebelumnya. Satu kalimat terlontar: Alhamdulillah Asy-Syukurillah. Ego saya mengatakan saya harus berangkat. Harus!

IMG_4490
Fokus 100% ketika menjadi pemandu acara

Tapi sejenak beberapa hal tiba-tiba membuat saya ragu untuk berangkat, pertama berbagai tugas perkuliahan dengan deadline yang luar biasa dekat dan padat. Baik itu tugas kelompok, individu laporan mini riset, proposal dan lain sebagainya. Kedua, saya yang tergabung dalam organisasi kampus tengah menaja beberapa acara yang dalam waktu dekat harus segera di eksekusi. Berbicara tentang amanah, hmm saya sangat mengerti urgensinya serta sangat takut melalaikannya. Bukan karna pertanggung jawaban pada manusia saja, tapi kepada Nya itu loh. Seram saja kalau dipikir-pikir. Dan yang ketiga sekaligus terakhir adalah, perjalanan empat hari tersebut HARUS saya lakukan SENDIRI!. Perjanalan mulai dari Pekanbaru-Jakarta- Bandung/ Bogor saya harus sendiri tidak ada teman dari Pekanbaru.

Sebenarnya ini tantangan untuk saya, tapi rasa takut jauh lebih besar dari itu. Mungkin beberapa orang akan menganggap ini lebay atau berlebihan tapi jujur ini merupakan perjalanan saya pertama kalinya ke Pulau Jawa dan seorang diri pula. Percayalah saya tidak seberani itu.

Pada saat saya sudah akan menyerah akan keberangkatan itu, tiba-tiba saya menerima telepon dari Dosen saya itu bahwa formulir kesediaan mengikuti Workshop itu sudah beliau emailkan kepada saya. Innalillahi… Disaat saya sudah akan menyerah tapi seperti ada dorongan untuk berangkat, yah sepertinya Allah  dan semesta menginginkan saya untuk tetap berangkat.

Singkat cerita saya tetap harus berangkat, ditengah keraguan sebenarnya. Semua persiapan saya lakukan sendiri dalam waktu kurang lebih satu setengah hari, kirim formulir via email, packing siapkan tugas yang memang deadline nya tidak bisa ditoleransi lagi. Namun saya tetap bahagia dan merasa bersyukur sekali dengan kesempatan ini. Kapan lagi liburan ke Puncak gratis? Kapan lagi berkunjung ke Kota yang mendapat gelar Kota Hujan (Bogor). Dan yang terpenting semua proses pembiayaan transportasi PP dan segala keperluan lainnya ditanggung oleh penyelenggara. Thanks Ya Rabb..

Saya flas back sejenak, satu bulan yang lalu saya baru saja membaca sebuah novel yang berjudul Clover dan mengambil latar tempatnya adalah Kota Bogor, sebenarnya Puncak, Bogor tidak ada dalam list 10 Kota di Indonesia yang ingin saya kunjungi, karna saya pribadi yang memang kurang begitu menyukai dingin dan hujan apalagi lembabnya tanah. Saya kurang suka L

Tapi entah ini kebetulan atau bagaimana lewat cerita itu saya tiba-tiba jatuh cinta dengan deskripsi kota Bogor yang penulis paparkan. Dinginnya Puncak, Bogor, hujannya Kota itu, lembabnya tanah ketika hujan reda, serta ramah tamahnya akang dan teteh-teteh disana.

Dan saya berkesempatan mengunjungi Kota Hujan itu!!!!! Ke Puncak!!!

 

Ingin tahu perjalanan saya mulai dari D1-D4?

See you on my next post!

PS: Pada workshop itu saya mendapatkan teman sekamar HMI dan IMM dan saya sendiri adalah bagian dari UKMI yang sering dikaitkan dengan KAMMI (ketiganya adalah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia namun berbeda ideologi dalam menjalankan misi organisasinya).

 

Sincerely:

Fitri Han

Hamba Allah yang bersyukur atas segala nikmatNya dalam Diri ini

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s